Contoh Karangan Belajar Di Rumah Selama Pandemi

9 minutes reading
Tuesday, 14 Feb 2023 08:34 0 221 setiawan

Contoh Karangan Belajar Di Rumah Selama Pandemi – Jakarta, Oktober 2020 – Saat ini pelajar di Indonesia terpaksa belajar secara virtual, hal ini dikarenakan adanya pandemi COVID-19 yang sedang merebak di seluruh Indonesia. Siswa sekarang harus terbiasa berhadapan dengan teknologi yang membantu dalam proses belajar mengajar. Dengan cara seperti ini tentunya banyak siswa yang merasa bosan atau bahkan bosan dengan situasi seperti ini karena tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasanya di luar.

Namun tidak perlu khawatir, karena BINUS ONLINE LEARNING akan membagikan berbagai aktivitas yang harus dilakukan saat melakukan kegiatan belajar mengajar secara virtual di rumah.

Contoh Karangan Belajar Di Rumah Selama Pandemi

Contoh Karangan Belajar Di Rumah Selama Pandemi

Mungkin hanya mengikuti kelas online tidak membuat hasil belajar meresap sepenuhnya. Sebaiknya menambah ide-ide baru yang akan berguna kedepannya yaitu dengan mengikuti webinar. Dengan merebaknya COVID-19, banyak institusi dan universitas yang membuat webinar untuk membantu mahasiswa yang ingin menambah ilmunya, bahkan banyak yang mengadakan seminar gratis, salah satunya BINUS University.

Pembelajaran Tatap Muka Kembali Dimulai, Sekolah Perlu Memulihkan Penurunan Kemampuan Siswa

Salah satu kegiatan yang wajib dilakukan oleh setiap manusia adalah menaati Tuhan Yang Maha Esa. Dengan adanya pandemi seperti ini, kita harus mendekatkan diri kepada Tuhan agar segala situasi saat ini dapat terkendali dan kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar sehingga seluruh pelajar di Indonesia dapat melanjutkan pendidikannya. Tentunya kita juga harus berdoa agar wabah ini segera berakhir agar semua aktivitas dapat berjalan seperti biasa.

Meski semua kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring, bukan berarti kita sebagai siswa malas untuk terus melakukan kegiatan tersebut. Melakukannya secara online tentunya akan membuat siswa semakin semangat karena banyak yang bisa dilakukan sambil mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru, misalnya sambil mendengarkan musik, menikmati jajanan, dan memilih tempat yang paling nyaman untuk mengerjakan PR. . .

Jangan lupa jaga kesehatan fisik dan mental, olahraga memang dibutuhkan di masa pandemi ini agar tubuh tetap fit. Lakukan olahraga di pagi hari sebelum melakukan kegiatan belajar mengajar agar nanti bisa berkonsentrasi dan menjaga tubuh dari berbagai penyakit.

Selain mengikuti webinar, banyak hal yang bisa membantu Anda mengembangkan potensi diri, salah satunya menekuni hobi. Dengan aktivitas online ini, Anda bisa lebih mengekspresikan diri dengan mungkin mempelajari hal-hal baru dan mempelajari lebih banyak tentang hobi Anda, yang bisa sangat berguna bagi Anda setelah pandemi ini berakhir. Setelah lulus dari Program Pendidikan Profesi Guru (PPG), saya memutuskan untuk mengajar di sekolah yang berbeda dari sebelumnya. Aku sebenarnya sudah mengenal banyak orang di sekolah baru ini. Meski begitu, namanya bekerja di ruang baru, saya masih menjalani proses penyesuaian.

Tips Mengisi Kemerdekaan Indonesia Di Masa Pandemi Covid 19

Di sekolah ini saya bekerja full time sebagai guru kelas 5 tanpa ada pekerjaan tambahan. Saya merasa ada banyak hal tentang sekolah ini yang tidak seperti yang saya inginkan atau bayangkan. Segalanya tampak jauh dari apa yang saya impikan. Apalagi semangat para guru baru di sekolah ini sangat berbeda dengan teman-teman mereka di Program PPG.

Meskipun saya seorang guru baru, saya mengajukan banyak proposal ke sekolah. Sayangnya, saran saya kurang mendapat tanggapan. Sedih? Tentu saja. Namun, saya bertekad bahwa antusiasme saya tidak akan berkurang.

Saya menghabiskan hari-hari kerja saya di sekolah baru saya mengikuti arus: mengajar sesuai kurikulum yang ada, berangkat dan pulang sekolah sesuai jadwal, dan terus mengajar dengan baik, meskipun terkadang saya merasa tidak nyaman di lingkungan baru.

Contoh Karangan Belajar Di Rumah Selama Pandemi

Suatu hari saya diminta mengirimkan siswa untuk mengikuti lomba matematika dan sains (MIPA) tingkat kecamatan. Proyek ini terbukti tidak mudah karena saya kesulitan menemukan siswa yang berkualitas.

Tips Lawan Rasa Malas Belajar Selama Di Rumah Aja

Dari situlah saya mulai bersemangat. Dalam hati saya berpikir, “Tidak apa-apa, jangan ikuti orang lain dan jangan undang yang tidak tertarik.”

Menurut saya jika ingin melakukan perubahan harus dimulai dari diri sendiri, bukan dari orang lain. Oleh karena itu, ketika hati saya mulai bergerak, saya segera bergerak.

Kemudian saya memulai kegiatan yang menurut saya baik dan bermanfaat. Saya mengatur dan mendekorasi kelas dan menyelesaikan tugas administrasi. Saya membuat program kelas saya sendiri dengan harapan dapat menciptakan persahabatan yang baik dengan orang tua siswa, serta memberi contoh untuk kelas yang mandiri, inovatif, dan kreatif.

Setiap pagi saya menyempatkan diri untuk menyapa siswa di gerbang sekolah. Saya juga mengajak siswa untuk membersihkan kelas, menyirami tanaman, dll.

Pola Hidup Sehat Selama Menghadapi Pandemi Covid 19

Saya kemudian diminta mempersiapkan dan membimbing siswa yang akan mengikuti lomba seperti menyanyi dan menggambar. Saat itu saya sudah mulai merasa nyaman. Pelajaran lebih teratur dan saya selalu melibatkan orang tua dalam kegiatan yang saya selenggarakan. Saya juga melakukan klub kelas 5.

Meski semuanya tampak berjalan lancar, kendala tetap ada. Kepala sekolah jarang menerima saran dari sesama guru, sehingga terkadang menjadi menjengkelkan.

Lingkungan sekolah tempat saya mengajar sangat nyaman. Jumlah mahasiswa cukup banyak dan memenuhi standar minimal 20 mahasiswa dalam setiap kelompok belajar (group). Guru yang mengajar di sekolah ini terdiri dari guru emeritus (5 orang) dan guru PNS/PNS (4 orang).

Contoh Karangan Belajar Di Rumah Selama Pandemi

Namun, saya merasa kesulitan mengajak rekan-rekan guru untuk berinovasi dengan melakukan berbagai kegiatan. Mereka memiliki semangat yang berbeda dengan teman-teman saya di Program PPG.

Kembali Ke Sekolah Di Tengah Pandemi

Guru berstatus PNS akan segera pensiun sehingga produktivitasnya tidak seperti dulu lagi. Di sisi lain, sesama profesor dengan status kehormatan menangani masalah keluarga. Setiap hari mereka datang untuk mengajar dan kemudian langsung pulang. Mengajak mereka untuk mengembangkan kebiasaan menyapa siswa di pagi hari, sholat Dhuha dan hafalan surat pendek dan Asmaul Husna sulit, apalagi mengajak mereka untuk mengembangkan literasi.

Sampai saat ini, saya telah memenuhi kewajiban saya untuk mengajar siswa dan memberikan pembelajaran interaktif yang seadanya karena kurangnya fasilitas sekolah dan dukungan dari kepala sekolah.

Setiap pagi saya berangkat lebih awal untuk menyambut siswa ke sekolah dan menemani mereka membersihkan ruang kelas.

** Semua postingan yang diterbitkan di Catatan Perjalanan Guru adalah pandangan penulis, telah diedit untuk tujuan penulisan populer dan tidak mewakili pandangan Program Indonesia atau penyandang dana. Tantangan belajar dari rumah selama pandemi COVID -19 Setelah sekolah ditutup akibat pandemi, Moreyna dan Joaquin berjuang untuk belajar efektif dari rumah.

Bersepeda Di Tengah Pandemi

Jam 7 pagi, Moreyna bangun dengan semangat. Seperti hari-hari sekolah sebelum pandemi COVID-19, ia langsung mandi, sarapan, dan memakai seragam. Ia kemudian meminta ibunya untuk mengantarnya ke sekolah karena berharap “semuanya akan normal kembali”.

Saat itulah sang ibu, Maria Morin, menyadari bahwa putrinya perlu memberikan dukungan sebanyak mungkin. “Saya putuskan, saya akan lebih sering menemaninya belajar,” kata Maria. “Itulah satu-satunya cara saya dapat membuat situasi ini lebih dapat diterima oleh putra saya.”

Sejak awal pandemi COVID-19, sekolah Moreyna ditutup atas perintah pemerintah setempat. Moreyna adalah salah satu dari 62,5 juta siswa di Indonesia – dari semua tingkatan – yang tidak punya pilihan selain belajar dari rumah.

Contoh Karangan Belajar Di Rumah Selama Pandemi

Perpindahan ke pembelajaran di rumah yang belum pernah terjadi sebelumnya telah berdampak besar pada siswa, orang tua, dan guru di seluruh negeri. Situasi ini menunjukkan kesenjangan pendidikan antar daerah dan latar belakang sosial ekonomi di Indonesia. Siswa dari keluarga termiskin dan siswa penyandang disabilitas adalah kelompok yang paling merasakan dampaknya.

Cerita Guru Dan Mahasiswa Tentang Kegiatan Selama Masa Pandemi Covid 19

Dengan adanya pandemi, pemerintah Indonesia telah mengambil berbagai langkah yang tepat untuk mendukung anak-anak yang bersekolah di rumah (BDR). Misalnya, adaptasi aplikasi pembelajaran oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan* (Kemendikbud) dan Kementerian Agama serta pelatihan para guru tentang penggunaan platform pembelajaran daring.

Namun bagi pelajar, kendala terbesar BDR, terutama bagi mereka yang miskin dan tinggal di tempat terpencil, adalah akses internet dan rendahnya ketersediaan gadget. Menurut Pakar Pendidikan Nugroho Warman, “orang tua memiliki tanggung jawab lain terkait kewajiban menafkahi keluarga, sehingga tidak memiliki banyak waktu untuk mendampingi anak-anaknya.”

Menyikapi situasi ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan program televisi yang disebut Belajar dari Rumah untuk anak-anak yang tidak memiliki akses Internet, tetapi memiliki akses ke televisi.** Program untuk siswa dari TK hingga SMA ini disiarkan setiap Senin sampai Jumat oleh stasiun televisi nasional, TVRI. Tidak hanya ditujukan untuk siswa, ada juga program yang ditujukan untuk orang tua.

Untuk mengukur keefektifan program Belajar dari Rumah, kami secara rutin mensurvei orang tua, guru, dan anak. Survei dilakukan melalui SMS untuk menjangkau responden di daerah yang tidak memiliki akses internet.

Asyik Belajar Kelompok Solusi Belajar Di Kala Pandemi Dengan Memanfaatkan Aplikasi Manajemen Proyek

Juga membantu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk membuat materi pendidikan daring dan menyusun pedoman upaya penanggulangan COVID-19 di tingkat provinsi dan kota/provinsi.

Untuk mengatasi dampak pandemi, pemerintah menyepakati berbagai kemitraan. Ini termasuk kemitraan dengan perusahaan teknologi pendidikan untuk menyediakan akses gratis ke platform pembelajaran online dan dengan operator telekomunikasi untuk menyediakan kuota internet gratis bagi guru dan siswa.

Terlepas dari upaya di atas, ketimpangan struktural masih ada. Bagi banyak keluarga yang kurang beruntung, kesenjangan semakin melebar. Masih ada daerah terpencil yang belum teraliri listrik, dan bagi banyak orang tua, membantu anaknya belajar daring sebenarnya merupakan tantangan tersendiri, apalagi orang tua yang memiliki anak dengan usia dan tingkat pendidikan tertentu.

Contoh Karangan Belajar Di Rumah Selama Pandemi

Di beberapa desa miskin, anak-anak tidak belajar sama sekali. Beban ekonomi keluarga akibat pandemi memaksa orang tua meminta bantuan anaknya untuk bekerja di ladang dan sawah.

Suka Duka Tenaga Pendidik Dan Orang Tua Siswa Pada Masa Pandemi Covid 19

Untuk mengatasi kesenjangan ini, dia berharap dapat terus bekerja sama dengan pemerintah. mereka ingin mengembangkan dan memperluas skala program yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak di daerah terpencil. Dengan donasi dan dukungan Anda, program ini dapat dilaksanakan dan menyebar lebih cepat, lebih merata.

Joaquin, 8, mengikuti sesi belajar online di rumah. “Saya bisa tetap berhubungan dengan guru saya saat belajar di rumah

Karangan selama belajar di rumah, pendapat tentang belajar online selama pandemi, tempat wisata di jakarta selama pandemi, karangan belajar di rumah selama pandemi, contoh karangan kegiatan selama belajar di rumah, belajar di rumah selama pandemi, belajar dari rumah selama pandemi, peraturan menginap di hotel selama pandemi, contoh karangan selama belajar di rumah, cara belajar efektif di rumah selama pandemi, contoh karangan pengalaman selama belajar di rumah, kita selama belajar dari rumah ketika pandemi adalah

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

    LAINNYA